Adalah sesuatu yang memang tidak kita sukai,
Namun di sisi lain adalah sebuah keharusan mutlak..
Bagaikan tiba di persimpangan jalan,,
Tak semua tiba dan berlanjut pada jalan yang sama..
Aku ke utara, kamu mungkin ke barat,,
Lain halnya dengan dia yang berjalan ke timur,..
Atau mereka yang menuju ke selatan..
Masih ada arah tenggara, barat laut, timur laut, pun barat daya..
Semua adalah jalan,,
Jalan pilihan kita masing – masing,,
Yang nantinya akan kita lewati..
”ibarat sebuah kereta..
Kita telah berada pada rel pilihan kita sendiri..
Tunggu apa lagi ?
Kereta api siap diberangkatkan..
Semoga selamat sampai tujuan..”
Ragaku dan ragamu tak lagi bersama..
Terpisah sekat jarak dan ruang,..
Tapi hatiku , hati yang tetap akan sama..
Sama seperti saat kita dulu bersama..
Akan kujaga perasaan ini teman..
Sampai kapanpun,,
Agar tak lekang oleh waktu,,
Pun pudar oleh jaman..
” Jalan yang nantinya kita hadapi,,..
Tidak akan semulus tol cipularang,..
Tapi bagaikan jalan trans sumatra..
Yang berkelok dan berkerikil tajam…”
Itulah hidup teman..
Kalau kau mau berada di atas,,
Kau harus menaiki ribuan anak tangga yang terhampar..
Tapi ingat..!
Betapa mudahnya aku dan kamu terjatuh bila telah berada di puncak..
Sungguh mengerikan..
Karenanya,, kuharap itu tidak terjadi..
Kaki boleh melangkah lelah,,
Oleh karenanya kita dapat terdiam,,
Bukan untuk berhenti teman.!
Tapi untuk menghimpun tenaga agar dapat menapaki hidup
Dengan langkah yang lebih baik..
Akhir kata,,
Selamat berpisah teman,,
Suatu saat,,
Aku harap,…
Kita kan kembali bertemu,,
Dan aku kembali memanggilmu..
Tapi kali ini dengan rentetan gelar kesarjanaan
Yang tersandang megah di depan dan atau di belakang namamu..
Begitupulalah kau pun akan memanggilku..
Dengan cara yang sama..
-amin-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar