Sabtu, 15 Mei 2010

Tulisan Lama

Adalah sesuatu yang memang tidak kita sukai,
Namun di sisi lain adalah sebuah keharusan mutlak..
Bagaikan tiba di persimpangan jalan,,
Tak semua tiba dan berlanjut pada jalan yang sama..
Aku ke utara, kamu mungkin ke barat,,
Lain halnya dengan dia yang berjalan ke timur,..
Atau mereka yang menuju ke selatan..
Masih ada arah tenggara, barat laut, timur laut, pun barat daya..
Semua adalah jalan,,
Jalan pilihan kita masing – masing,,
Yang nantinya akan kita lewati..
”ibarat sebuah kereta..
Kita telah berada pada rel pilihan kita sendiri..
Tunggu apa lagi ?
Kereta api siap diberangkatkan..
Semoga selamat sampai tujuan..”
Ragaku dan ragamu tak lagi bersama..
Terpisah sekat jarak dan ruang,..
Tapi hatiku , hati yang tetap akan sama..
Sama seperti saat kita dulu bersama..
Akan kujaga perasaan ini teman..
Sampai kapanpun,,
Agar tak lekang oleh waktu,,
Pun pudar oleh jaman..
” Jalan yang nantinya kita hadapi,,..
Tidak akan semulus tol cipularang,..
Tapi bagaikan jalan trans sumatra..
Yang berkelok dan berkerikil tajam…”
Itulah hidup teman..
Kalau kau mau berada di atas,,
Kau harus menaiki ribuan anak tangga yang terhampar..
Tapi ingat..!
Betapa mudahnya aku dan kamu terjatuh bila telah berada di puncak..
Sungguh mengerikan..
Karenanya,, kuharap itu tidak terjadi..
Kaki boleh melangkah lelah,,
Oleh karenanya kita dapat terdiam,,
Bukan untuk berhenti teman.!
Tapi untuk menghimpun tenaga agar dapat menapaki hidup
Dengan langkah yang lebih baik..
Akhir kata,,
Selamat berpisah teman,,
Suatu saat,,
Aku harap,…
Kita kan kembali bertemu,,
Dan aku kembali memanggilmu..
Tapi kali ini dengan rentetan gelar kesarjanaan
Yang tersandang megah di depan dan atau di belakang namamu..
Begitupulalah kau pun akan memanggilku..
Dengan cara yang sama..
-amin-

Sabtu, 01 Mei 2010

dear earth, i do care of you..

holaaa..
hoplaa..
lama tidak menumpahkan isi otak saya dalam bentuk tulisan.. hmmm..
baiklah,, langsung sajalah..

akhir - akhir ini, saya merasa ada yang aneh dengan lingkungan saya.. tepatnya dengan suhu lingkungan saya..
awalnya..saya pikir itu mungkin karena akhir - akhir ini saya sering pulang ke semarang, tinggal dan menghabiskan waktu di ruangan yang disuplai oleh AC 1 pk, yang membuat saya kemulan pake bed cover tebel kalo malam datang.. sehingga sekembalinya ke jogja, saya yang hanya ditemani kipas angin menjadi kaget dengan udara yang terasa lebih panas..

tapi, setelah dipikir - pikir, kok rasanya udara ini emang lebih panas dari biasanya ya? bahkan ketika sedang enak - enaknya tidur kadang saya terbangun untuk mencari benda yang bisa dibuat kipasan seperti catatan kuliah yang seringnya ketindihan di bawah badan saya saat tidur..

hal ini lalu saya konfirmasikan kepada beberapa teman sesama penghuni kost,, ternyata mereka mengiyakan, bahwasannya suhu udara emang lagi panas - panasnya.. ditambah lagi dengan bukti bahwa galon aqua sekarang ini lebih cepet abis, berarti tingkat kehausan kami memang semakin menggila adanya..

hari ini,sebuah obrolan dengan tetangga sebelah kamar mengantarkan saya pada sebuah fakta..
"eh win, katanya jogja panasan 4 derajat dari biasanya.."
oh well, no wonder lah then.. semua orang berasa kepanasan.. yak dengan demikian teori hyperhidrosis karena meningkatnya basal metabolic rate saya terpatahkan adanya.

dari obrolan itu, ditambah dengan adanya berita tivi yang heboh mengabarkan ada meteor yang jatuh dan menimpa sebuah rumah, ditambah lagi dengan info yang masih simpang siur dengan ditemukannya bahtera nabi Nuh di gunung Arafat, membuat saya semakin berpikir ulang, akan keadaan bumi yang sudah rapuh..

kalo boleh saya menggambarkan bumi sebagai pasien, pastilah si bumi adalah pasien yang sudah tua renta namun tetap membanting tulang untuk menghidupi dirinya dan orang - orang disekitarnya, dengan paparan kronis tentang zat zat yang ini itu, yang menyesakkan jiwa, mau napas susah, mau bergerak susah, mau ngapa - ngapain susah, tapi tidak boleh berhenti. astagaaa, kalo bumi itu pasien, sungguh parahlah keadaanya. dengan kondisi seperti itu, bumi tidak mendapatkan perawatan dalam bentuk apapun.. ya, itu karena tidak banyak penghuni bumi yang sayang padanya..

jadi..

sebagai penghuni bumi, memang belum banyak hal yang saya lakukan.. saya masih pakai kantong kresek, saya masih pake kendaraan bermotor, dan ribuan hal - hal lain yang sesungguhnya memperparah kondisi bumi.. 

tapi, saya sayang bumi, dan saya peduli pada bumi..

dan mulai saat ini, saya berusaha untuk menjaga bumi, paling tidak dengan mengurangi unsur unsur yang menyakiti bumi. kalo disini saya bilang bahwa saya akan menghindari hal hal yang merusak bumi, pastilah saya munafik. lha wong saya masi menggunakan barang - barang itu, dan memang barang - barang itu adalah sarana untuk berkegiatan dalam hidup saya. ya sudahlah, pokoknya saya sayang bumi, dan saya peduli pada bumi. 

earth, i do care of you.. ;)

Rabu, 14 April 2010

It's not easy..

well, for the very first time, i actually already realize that living on a medical faculty will never be easy..
from time to time, i suppose to get mature.. ya,, i suppose to accept it, and adapt to it

however,,
i'm also a human being..
this time.. i just feel kind of blaming my self..
blaming on why i'm losing those burning spirit as i felt on the first time i stepped this faculty..

this is no one fault..

something goes wrong here, inside my self..

i just feel tired..

but i won't stop..
i just need to take a rest, resting my mind from kind of silly thought, kind of unnecessary stuffs..
i'm just feel tired for a moment, but promise that this tiredness wont last long..

Rabu, 24 Maret 2010

belajar bisa dimana saja :)

hoaaaahm..
ehehe..
well, kemarin selasa..
saya pergi ke kantor polisi.. woaaa.. tenang - tenang.. bukan apa2..
saya cuma mau "ngesek"in nomer plat kendaraan, pasalnya uda harus perpanjangan STNK..
jadilah saya ditemani Dewin melenggang ke Samsat Bumijo..

nah,, di samsat ini,
saya bertemu dengan seorang tukang kesek atau tukang cek fisik kendaraan..
saya ngga tau siapa nama bapak ini..
tapi..
bapak ini cukup mencengangkan saya (dan mungkin juga dewin)..
hoaa.. ternyata bapak ini berwawasan luas, humoris, dan menurut saya luar biasa..

misalnya, secara tiba - tiba si bapak nyeletuk:


"Mbak, kenapa ya, jaman sekarang ini petinggi2 itu pada nanya: "anda alumni mana?" waaah.. saya paling benci lho mba kalo ditanya kayak gitu.. beda ya mbak sama orang2 luar negri.. mereka selalu tanya: "karya kamu apa?". ya kan mba?"

ziiing..

krik krik..

terus bapak itu kembali melanjutkan kalimatnya..
"kalo ditanya orang, saya tu ndak punya gelar mbak.. sekolah ya ndak tinggi2.. tapi saya punya karya.. saya suka lho mba bikin riset kecil - kecilan.. misalnya bikin kompressor yang bisa ngebersihin mesin mobil.."

hmm..
well, kalimat si bapak itu bikin aku jadi mikir..
iya ya, aku belum punya karya..hm.. aku belum jadi siapa-siapa..
entah gimana, aku jadi ngerasa kesindir, tapi sekaligus tertantang..
bapak itu membuatku kembali berpikir, jaman sekarang untuk menunjukkan eksistensi, kita harus berkarya..

hoaa..
aku taulah kalo itu ngga gampang..
tapi..
terima kasih, karena aku sudah diingatkan kembali..

and i'm going to put my self on a struggle : " from zero to hero " amiiiin.

yeiy..
semangaaaaaaaaaaaaaaaat..!

Kamis, 21 Januari 2010

Past, Present, dan Future..


Surat Pertama

Dari. : aku di hari kemarin (Past)
Untuk: aku di hari ini (Present)

Hai Present, bagaimana kabarmu? Err.. Aku mau menyampaikan hal penting.. Jadi gini..aku kemarin telah melakukan banyak kesalahan, kebodohan, dan ketidakpentingan dalam hidup ini.. Ya.. Semua itu sudah terjadi, dan tentu saja aku cuma bisa menyesal.. Terus.. Aku mau minta tolong sama kamu supaya kamu bisa memperbaiki kesalahan, kebodohan, dan ketidakpentingan yang telah aku lakukan.. Aku percaya bahwa kamu bisa lebih baik dari aku.. Amin..

Surat Kedua

Dari : aku di hari ini (Present)
Untuk: aku di hari kemarin (Past)

Halo Past,, suratmu uda aku terima.. Uda aku baca juga.. ehehe.. Jadi.. Err.. Di surat ini aku sebenernya mau minta maaf.. Bahwa ternyata aku belum bisa memenuhi keinginanmu.. Niatnya sih aku pengen memperbaiki kesalahan, kebodohan, dan ketidakpentingan yang udah kamu lakukan di masa lalu.. Tapi apa daya.. Aku belum bisaa.. Maap2.. Gini aja,, aku mau nulis surat untuk Future,, supaya dia bisa mewujudkan harapan kita.. Sip2?? Mudah2an Future bisa yaa.. Amiiiin..

Surat Ketiga

Dari : aku di hari ini ( Present)
Untuk: aku di hari esok (Future)

Hai Future,, kenalin ini aku Present.. Aku ini bagian dari masa lalu kamu.. Err.. Jadi gini, kemarin Past minta tolong ke aku untuk bisa memperbaiki hidup.. Lhah.. Tapi ternyata.. Karena keterbatasanku, aku belum bisa memperbaiki hidupku, aku masih saja melakukan kesalahan, kebodohan, dan ketidakpentingan.. Nah.. Jadiii.. Dengan sangat aku minta tolong padamu.. Untuk dapat mengubah dan memperbaiki hidup, supaya bisa lebih baik dari aku (present) dan Past.. Aku tau itu tidak mudah.. Tapi aku dan Past percaya bahwa Future pasti mampu..Ayo future,, semangaaaaaat..! Aku dan Past pasti akan selalu mendoakanmu.. Sukses yaaa.. Tuhan memberkati..

Selayaknya anak kecil..


Selayaknya anak kecil Aku tertarik dengan apa yang dipikirkan anak kecil.
Sadarkah aku? sadarkah kamu? sadarkah kita?
Bahwasannya pemikiran mereka itu sederhana, namun tidak memiliki batas..
Seolah - olah mengisyaratkan bahwa pemikiran mereka itu tidak terbentur pada segala macam bentuk sekat..
Bayangkan, seorang anak kecil tetap berlari, tetap tersenyum, tetap gembira, sekalipun yang ia tuju sebenarnya adalah bahaya..
Aku tahu, mungkin kamu akan berpikir: "Ah..itu kan karena anak kecil itu tidak tahu apa - apa.." Awalnya aku sempat berpikir sama denganmu..
Aku sempat mengira bahwa ketidaktahuan lah yang membiarkan anak kecil itu melakukan apa yang ia suka..
Tapi lantas aku kembali berpikir..
Anak kecil itu sudah cukup besar, bukan lagi bayi..
aku yakin bahwa anak kecil itu tahu kalau api itu panas, kalau pisau itu tajam, dan air bisa membuatnya basah..
ya,, anak kecil tahu akan hal itu..
namun dengan pengetahuannya, anak kecil masih tetap saja mendekati bahaya..

Bagaimana dengan orang dewasa?

aku rasa orang dewasa memiliki pemikiran yang sungguh teramat kompleks, ruwet..!
sebagai contoh..
ketika aku mau mau pergi ke bengkel, banyak hal yang terlintas di pikiranku, semacam: mau berangkat jam brapa? di mana? bagaimana kalau nanti penuh dan harus antri lama?aku harus menunggu berapa lama? aku harus bawa apa saat menunggu? sudahkah aku bawa dompet dan hp? oya, bagaimana juga kalau nanti hujan? perlukah aku makan dulu? apa sebaikna aku tinggal saja? haruskah hari ini?...
begitulah.. banyak hal yang orang dewasa pertimbangkan..
hingga saking banyaknya pertimbangan, terkadang suatu langkah maju terpaksa harus dibuat mundur ke belakang..
ironi..

tidak bisakah kita berpikir secara lebih sederhana?

selayaknya anak kecil yang berani mengambil resiko seolah tidak punya urat takut..
selayaknya anak kecil yang tetap tertawa ceria menikmati harinya sekalipun bahaya merintang..
selayaknya anak kecil yang tetap akan duduk di atas tanah, sekalipun tanah itu kotor dan becek..
selayaknya anak kecil yang polos yang tidak pernah perduli akan hari esoknya, yang ia pikirkan hanyalah ia saat ini..
selayaknya anak kecil yang memang sungguh menikmati dunianya, hidupnya, dan keberadaan orang - orang di sekitarnya..
ya.. terkadang sebagai orang dewasa kita memang perlu belajar dari anak kecil.. bukan mempelajari bagaimana caranya menangis, caranya merengek, atau caranya merajuk.. melainkan..

BELAJAR BAGAIMANA KITA TETAP BERTUMBUH DI TENGAH KETIDAKPASTIAN DUNIA..

(",) hew3x..